Hati yang Bahagia

Di antara anugerah terindah yang kita miliki adalah hati yang tenang, tentram,dan bahagia, karena di dalam kebahagiaan akal menjadi terang dan muncul motivasi yang dinamis dan positif sehingga kita dapat menjadi manusia yang produktif. Kebahagiaan adalah seni yang harus dipelajari. Jika kita mempelajarinya dengan baik maka kita akan mendapatkan berkah dalam hidup ini. Namun bagaimana cara mempelajarinya?

Prinsip dasarnya adalah dengan menahan kepedihan dan mampu beradaptasi dalam situasi dan kondisi apapun. Oleh karena itu, kita tidak boleh diatur oleh kondisi-kondisi sulit. Saat kita melatih diri kita untuk bersikap sabar dan berbesar hati, maka kesulitan pun akan mudah kita tundukkan. Rasullah berkata, “Barangsiapa bersabar, Allah akan memberikannya kekuatan yang lain untuk tetap bersabar (pada kesulitan berikutnya)”.

Seringkali kita merasakan beratnya kesulitan itu bukan karena bobotnya tetapi karena kesalahan kita dalam menyikapinya. Dalam menyikapi realita hidup kita harus bijak. Setidaknya, kita harus sadar bahwa rotasi kesulitan tiap-tiap orang berbeda, seperti halnya putaran roda, kadang di atas kadang di bawah. Dengan sikap yang demikian kita tidak merasa sendiri dalam kesulitan itu dan senantiasa memiliki ruang kegembiraan menanti berakhirnya setiap kesulitan.

(Tarbawi)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s