Opini : Demo Buruh Hari Ini

Beberapa stasiun televisi menyiarkan aksi demonstrasi buruh yang berlangsung hari ini (10 Des 2014). Aksi ini diikuti oleh sekitar 15 elemen massa buruh di wilayah Jabotabek. Aksi dipusatkan di bundaran Hotel Indonesia dan di jalan MH. Thamrin. Sebanyak 50 ribu buruh terjun ke lapangan untuk menyuarakan tuntutan mereka. Poin-poin yang mereka tuntut antara lain penurunan harga BBM dan penolakan Upah Minimum Provinsi (UMP). Para pengunjuk rasa melakukan long march dari bundaran HI ke Monas menuju ke Istana Presiden. Seperti biasa, untuk menjaga keamanan aparat kepolisian telah menugaskan anggota-anggotanya mengawal demo tersebut.

Komentar positif dan negatif tentang demo ini bermunculan tentang demo buruh ini. Sebagian menempatkan diri sebagai pengusaha yang tentunya akan kerepotan jika tuntutan kenaikan UMP dipenuhi. Sebagian lain menempatkan diri sebagai pengguna jalan yang merasa hak pengguna jalannya diambil oleh para demonstran. Komentar positif datang dari orang-orang yang menempatkan diri sebagai para buruh yang butuh dipenuhi kebutuhan hidupnya dengan layak. Yang lain datang dari mereka yang menempatkan diri sebagai warga negara yang baik dan beranggapan bahwa menyuarakan pendapat adalah hak warga negara di era demokrasi.

Menurut saya, salah satu pemicu aksi buruh dan tuntutannya itu adalah kenaikan harga BBM per 18 Nopember 2014. Pemerintah beralasan menaikkan harga BBM dalam rangka meningkatkan anggaran sektor produktif (infrastruktur) dan mengurangi subsidi di sektor konsumtif (BBM). Meskipun banyak menuai kritik karena kenaikan BBM bertepatan dengan turunnya harga minyak dunia, namun pemerintah punya alasan jitu untuk mengelak kritik ini. Pemerintah beralasan bahwa tidak mungkin untuk menetapkan harga BBM hanya berdasarkan harga sementara minyak dunia yang bisa jadi akan naik lagi setahun ke depan. Namun, alibi pemerintah dibantah oleh Revrisond Baswir yang merupakan Kepala Pusat Studi Ekonomi Pancasila Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Beliau menyatakan bahwa alasan pemerintah menaikkan harga BBM adalah terlalu mengada-ada (http://www.tempo.co/read/news/2014/11/18/173622725/Ekonom-UGM-Alasan-Kenaikan-Harga-BBM-Mengada-ada). Meski demikian, sampai saat ini pemerintah tidak bergeming dengan keputusannya.

Mengapa kenaikan harga BBM juga turut memicu tuntutan buruh di demo hari ini? Jawabannya adalah KHL atau Kebutuhan Hidup Layak. Menurut Peraturan Menakertrans No. 13 Th. 2012, KHL adalah standar kebutuhan yang harus dipenuhi oleh seorang pekerja/buruh lajang untuk dapat hidup layak baik secara fisik, non fisik dan sosial, untuk kebutuhan 1 (satu) bulan. Permen ini merevisi Permen sebelumnya yaitu Permen No. 17 Th. 2005. Ada 60 kebutuhan hidup yang termasuk dalam KHL dan dikelompokkan menjadi mamin, sandang, perumahan, pendidikan, kesehatan, dan transportasi. Selanjutnya, KHL akan menjadi salah satu acuan dalam penentuan upah per bulannya. Harga tiap jenis kebutuhan akan disurvey oleh tim khusus dan hasilnya diserahkan ke gubernur. Survey dilakukan satu bulan sekali mulai Januari hingga September. Nah, karena harga-harga dipastikan naik pasca kenaikan harga BBM, maka dapat dipastikan KHL juga akan naik. Dan inilah yang memicu terjadinya aksi buruh tersebut.

Namun, survey KHL bukanlah satu-satunya acuan penentuan upah oleh Dewan Pengupahan. Ada beberapa faktor lain yang turut dipertimbangkan yaitu : produktivitas, pertumbuhan ekonomi, usaha yang paling tidak mampu, kondisi pasar kerja dan saran/pertimbangan dari Dewan Pengupahan Provinsi/Kabupaten/Kotamadya. Oleh karena itu, tidak ada kewajiban bagi pemerintah untuk menentukan besaran upah sesuai dengan tuntutan para buruh. Para buruh juga harusnya paham bahwa tidak semata-mata kenaikan KHL yang menentukan besaran UMP. Adalah tugas pemerintah untuk memutuskan dengan adil dan menentramkan baik bagi buruh, pengusaha, maupun pemerintah. See, tidak pernah mudah tugas seorang pemimpin, bukan berarti saya menyetujui rencana kenaikan gaji pemimpin daerah yaa.

Salam hangat,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s